Rabu, 10 Agustus 2011

Penyakit jantung dan pembuluh darah


Pendahuluan
                Di Negara industry, penyakit jantung dan pembulu (PJP) seperti angina pectroris, infarj jantung, gagal jantung dan hipertensi merupakan penyebab kematian terbesar. Hal ini terutama disebabkan oleh factor makanan, yang kaya kalori, protein, lemak (jenuh) dan miskin serat-serat nabati.

Beberapa pengertian     :
1.       Atherosclecoris adalah gangguan penbuluh yang disebabkan karena menebal dan mengerasnya dinding pembuluh nadi(arteri) besar dan sedang. Hal ini diakibatkan oleh endapan dari kolesterol, lemak, kalsium dan fibrin (plak) di dinding pembuluh
2.       Hipertensi adalah tingginya tekanan darah yang berhubungan dengan pengerasan / penebalan.
3.       Angina pectoris adalah penyakit jantung, dimana jantung tidak mnerima cukup darah(oksigen) karena cabang arteri jantung hanpir tertutup oleh plak
4.       Bila arteri jantung atau arteri otak tersumbat samasekali, maka timbul infark jantung atau infark otak(stroke)
5.       Kalau jantung tidak sanggup lagi memeliharan peredaran darah selayaknya, maka akan timbul gagsal jantung (dekompensasi)

1.        Gangguan-gangguan Jantung
a.       Infrark Jantung
Infark ajntung atau trobosis koroner, umumnya disebut serangan jantung, adalah keadaan tersumbatnya suatu cabang pembuluh jantung yang menyalurkan darah ke jantung oleh gumpalan darah beku (thrombus).
Gejalanya berupa nyeri yang hebat dibelakang tulang belakang tulang dada, rasa gelisah, tidak mampu menggerakkan tangan dan kaki, muka membiru dan debar jantung (tachycardia)

b.      Angina Jatung
Angina pectoris adalah gangguan yang timbul sebagai akibat hypoxia (kekurangan oksigen) otot jantung karena kelelahan fisik atau emosional dan dapat juga disebabkan oleh penciutan arteri jantung, infark, kejang-kejang atau adanya tachycardia tertentu, anemia hebat atau penciutan aorta.
Gejalanya adalah rasa sakit hebat di bawah tulang dada yang menjalar ke pindak kiri dan lengan bagian atas, terutama bila berjalan atau sesudahnya; nyeri tersebut akan hilang bila berhenti atau istirahat.
Tindakan umum untuk mengurangi serangan angina adalah berupa tindakan:
-          Tidak merokok (karena merokok dapat menciutkan pembuluh) dan diet (kolesterol dan lemak)
-          Menhindari beban fisik maupun mental
-          Berolah raga, sekurang-kurangnya jalan kaki selama 1 jam sehari guna memperbaiki sirkulasi di jantung
-          Mengobati hipertensi

c.       Aritmia
Adalah gangguan ritme berupa kelainan dalam frekwensi (kecepatan) denyut jantung karena serambil (atrium ) dan bilik (ventrikel) berdenyut lebih cepat (tachycardia) atau lebih lambat (bradycardia) dari normal. Dapat pula karena terjadinya kekacauan dalam ritme ( irama) denyut jantung, misalnya vibrasi ( Flutter), getaran (Fibrilasi) ataupun extra systole.
Heartblock merupakan suatu jenis aritmia yang di sebabkan oleh gangguan penyaluran listrik dari seerambi kana ke bilik kiri. Terapinya adalah dengan pacemaker, yaitu suatu alat kecil yang dapat mengirimkan implus-implus listrik ke jantung guna menormalisir frekuensi kontraksinya.

d.      Dekompenasi Jantung
Adalah keadaan di mana sirkulasi darah jantung dan cardiac output menurun, misalnya akibat infark atau katup-katup jantung yang tidak bekerja sempurna, atau karena proses penuaan.
Gejalanya adalah sukar bernapas bila berbaring (dyspnea), muka membiru (cyanosis), dan oedema.

e.      Shock
Adalah suatu komplikasi dari infark jantung yang sangat ditakuti karena biasanya berakibat fatal. Sebabnya adalah tachycardia yang hebat, mycocarditis dan sebagainya.









HIPERTENSI
Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai "normal". Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Hipertensi biasanya terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau ke atas, diukur di kedua lengan tiga kali dalam jangka beberapa minggu.
[sunting] Klasifikasi
Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa menurut JNC VII [1]
Kategori
Tekanan Darah Sistolik
Tekanan Darah Diastolik
Normal
< 120 mmHg
(dan) < 80 mmHg
Pre-hipertensi
120-139 mmHg
(atau) 80-89 mmHg
Stadium 1
140-159 mmHg
(atau) 90-99 mmHg
Stadium 2
>= 160 mmHg
(atau) >= 100 mmHg
Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut.
Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.
Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap sebagai faktor risiko dan sebaiknya diberikan perawatan. da

Gejala

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
  • sakit kepala
  • kelelahan
  • mual
  • muntah
  • sesak nafas
  • gelisah
  • pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.

Penyebab hipertensi

Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis :
  1. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).
  2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain.
Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.
Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).
Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).
Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.
Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:
  1. Penyakit Ginjal
    • Stenosis arteri renalis
    • Pielonefritis
    • Glomerulonefritis
    • Tumor-tumor ginjal
    • Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
    • Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
    • Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
  2. Kelainan Hormonal
  3. Obat-obatan
  4. Penyebab Lainnya
    • Koartasio aorta
    • Preeklamsi pada kehamilan
    • Porfiria intermiten akut
    • Keracunan timbal akut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar